Pentingnya Kehadiran Orang Tua Bagi Tahap Tumbuh Kembang Anak

Saat ini teknologi berkembang begitu cepat, pastinya mempengaruhi juga tumbuh kembang anak. Saya dan suami sempat mengkhawatirkan hal ini, terutama saat melihat ada banyak anak-anak di sekitar kami yang masih kecil sudah menghabiskan banyak waktu dengan gadget. Padahal selain gadget, hal paling penting ya kehadiran orangtua kan, ya? Itulah alasan yang akhirnya mendorong saya menuliskan artikel pentingnya kehadiran orang tua bagi tahap tumbuh kembang anak.

Anak dan Teknologi

Pastinya setiap orang tua merasa khawatir akan perkembangan anak-anaknya yang saat ini begitu cepat menyerap apapun yang mereka lihat, entah melalui teknologi maupun dari lingkungan sekitar. Apalagi bagi orang tua yang tak bisa berlama-lama mengurus buah hati mereka dikarenakan pekerjaan yang menyita atau harus bekerja di luar rumah. Tapi tidak seharusnya kesibukan menghabiskan seluruh waktu yang ada sehingga kita tak bisa mengikuti perkembangan anak-anak kita kan, ya?

Pentingnya Kehadiran Orang Tua Bagi Tahap Tumbuh Kembang Anak

Dalam kasus seperti ini, tak sedikit anak-anak yang tumbuh dewasa lebih cepat dari seharusnya tanpa bimbingan orang tua. Karena banyak di antaranya orang tua yang membiarkan anaknya tumbuh bersama teknologi yang cepat sekali berubah ini tanpa pengawasan yang baik. Sedangkan anak-anak adalah mesin fotocopy terbaik yang bisa menangkap apapun yang ia lihat secara langsung, apalagi berulang di tiap harinya. Dengan begitu, anak-anak yang kurang pengawasan orang tua ini menjadi kurang terkendali.

Padahal sejatinya dalam masa tahap tumbuh kembang anak yang terbagi menjadi beberapa tahap ini, akan lebih sempurna jika kedua orang tua hadir di antaranya. Pentingnya kehadiran orang tua dalam tahap tumbuh kembang anaknya menjadi point penting yang tidak bisa tergantikan. Sebab orang tua akan berperan sebagai pendukung utama, pembimbing, dan pengawas. Sehingga anak akan tumbuh dengan sewajarnya tanpa kehilangan kehangatan orang tua. Anak yang tumbuh dan berkembang bersama kehadiran orang tua di sisinya cenderung lebih hangat dan ramah.

Namun ada yang nggak kalah pentingnya selain kehadiran orang tua bagi tahap tumbuh kembang anak. Itu adalah kecakapan orang tua menerjemahkan setiap kebutuhan anaknya. Kebutuhan anak nggaklah selalu berwujud benda. Sebab anak-anak juga membutuhkan pengertian dari kedua orang tua mereka.

Banyak orang tua yang kurang sabar ketika berhadapan langsung dengan anaknya. Khususnya di masa-masa keemasan pertumbuhan anak. Di mana si anak akan lebih sering bertanya tentang apa yang ia nggak pahami. Di sinilah pentingnya kehadiran orang tua yang harus mampu mengedukasi anak dengan baik. Seperti kata orang yang menyebutkan bahwa pendidikan pertama anak kita adalah di rumah, bersama orang tuanya.

Lalu bagaimana orang tua harus menjawab kebutuhan anak-anaknya ketika mereka bertanya tentang hal yang orang tuanya tidak pahami juga?

Menjawab asal-asalan akan menyebabkan kekeliruan pada anak hingga waktu yang panjang. Untuk itu orang tua harus senantiasa belajar dan menambah wawasan di setiap harinya. Sebab terkadang pertanyaan anak itu bisa diluar perkiraan orang tuanya.

Bagi orang tua yang khawatir nggak bisa membimbing anaknya dengan baik di masa tumbuh kembangnya. Maka setiap orang tua disarankan untuk mengikuti kelas-kelas edukasi parenting yang bermanfaat. Sering membaca buku yang berhubungan dengan tahap tumbuh kembang anak. Meskipun sederhana cara berfikir anak kita, tapi di dalamnya terdafat kompleksitas yang sangat tinggi yang kadang nggak bisa kita tebak sebagai orang tuanya.

Jadi pada akhirnya kehadiran orang tua menjadi sangat penting bagi pertumbuhan anak-anaknya. Ikuti semua tahapnya dengan benar supaya anak bertumbuh dengan wajar dan seperti seharusnya. Biarkan anak belajar melalui masa-masa keemasannya dengan terus didampingi. Jika merasa belum yakin dengan kemampuan mendampingi, jangan malu untuk belajar bersama anak-anak. Itu juga akan membantu anak lebih dekat dengan orang tua.

Indomilk Susu Bubuk untuk Anak Tinggi Tangguh Tanggap

Halo, jumpa lagi dengan saya. Maafkan ya, agak lama saya bisa berbagi tulisan di blog ini. Dunia saya sekarang ramai sekali. Lexa, lalu Bee, dan baru saja hadir jagoan kami, Jedd. Kapan-kapan saya akan cerita tentang mereka, tapi untuk hari ini saya akan cerita dulu mengenai Indomilk Susu Bubuk untuk Anak Tinggi, Tangguh, Tanggap. Beneran nih Indomilk bisa bantu anak tumbuh tinggi, tangguh, dan tanggap?

Tumbuh Kembang Anak dan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Time flies. Rasanya baru kemarin Lexa lahir dengan tubuh yang begitu mungil hingga rasanya takut juga untuk menggendongnya pertama kali. Tapi di saat yang sama ketika menyadari kalau saya telah menjadi seorang ibu, muncul tekad begitu kuat untuk memberi segala yang terbaik bagi Lexa. Saat ini, Lexa bahkan sudah punya 2 adik lagi sehingga rumah kami makin seru.

Sebagai orangtua, saya dan Ayah Lexa sudah pasti menginginkan semua yang terbaik untuk anak-anak kami. Tidak hanya untuk Lexa, namun juga untuk Bee dan Jedd. Maka sejak hari pertama kehadiran mereka di rumah kami, saya melakukan banyak sekali persiapan demi persiapan, merancang segala sesuatu yang sebaik mungkin, mulai dari bagaimana memperhatikan tumbuh kembang anak dan pemenuhan kebutuhan nutrisi mereka.

susu-bubuk-untuk-anak
            Lexa dan Bee senang membaca buku dan bermain bersama

Anak-anak saya semuanya anak ASI. Khusus untuk Lexa yang sudah berusia 5 tahun, yang sudah pasti tidak minum ASI lagi ya, jadi saya memilihkan susu bubuk untuk tambahan asupan nutrisi hariannya. Bagi saya, susu itu penting untuk melengkapi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral yang bisa jadi belum terpenuhi melalui makanan harian.

Dari berbagai buku dan artikel mengenai tumbuh kembang anak, saya menemukan ada banyak penelitian yang sudah menemukan bukti bahwa dalam satu gelas susu mengandung vitamin D, kalsium, protein, dan tentu saja kalori. Keseluruhan kandungan nutrisi tersebut akan membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak dalam proses tumbuh kembang mereka.

Indomilk Susu Bubuk untuk Anak Tinggi Tangguh Tanggap

Lexa termasuk anak yang aktif dan cerdas. Sejak kecil, keingintahuannya sangat besar terhadap banyak hal yang terjadi di sekelilingnya. Kemampuannya untuk menyerap berbagai hal baru pun tinggi. Hal ini saya perhatikan dari cepatnya Lexa bisa bernyanyi lagu baru dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa yang digunakannya sehari-hari. Daya ingatnya bagus ketika ia memang berminat untuk hal tersebut.

Demi mendukung Lexa beraktivitas, saya dan Ayah Lexa sudah tentu support sekali dengan minat Lexa. Dia senang bermain Lego dari tingkat paling sederhana sampai akhirnya bisa menyelesaikan tingkat yang rumit. Kemampuan berbahasa Inggrisnya pun terus dilatih dengan penambahan kosakata baru dari berbagai media, baik dari buku, dari media digital learning, dan tentu saja dari komunikasi kami sehari-hari di rumah.

Tinggi, tangguh, tanggap
                      Lexa minum susu dan adik Bee sembunyi

Nah, untuk dukungan akan asupan nutrisinya, saya melengkapi menu harian Lexa dengan segelas susu. Indomilk susu bubuk menjadi pilihan saya karena bisa membantu anak menjadi tinggi, tangguh, tanggap. Selain itu, Indomilk OptiNutri kan memang susu bubuk untuk anak yang mengandung Omega 3, tinggi kalsium dan merupakan sumber protein.

Manfaat susu bubuk Indomilk OptiNutri jika dijabarkan lebih detail, maka sebagai berikut:

1. Omega 3

Manfaat susu bubuk Indomilk OptiNutri yang pertama adalah mengandung Omega 3 (DHA dan EPA) yang berasal dari minyak ikan laut dalam. Kenapa perlu Omega 3? Karena asam lemak Omega 3 ini tak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga perlu asupan melalui makanan, salah satunya dari susu.

Beberapa manfaat dari Omega 3 bagi perkembangan tubuh antara:

  • Docosahexaenoic acid (DHA) sangat berguna dalam perkembangan sel-sel otak anak dan meningkatkan daya ingat.
  • Eicosapentaenoic acid (EPA) sangat bagus dalam membantu mengurangi peradangan dan mengurangi depresi. Jangan salah ya, anak-anak juga bisa depresi lho, itu sebabnya dibutuhkan asupan EPA yang cukup agar anak bisa tumbuh sehat secara mental dan jasmaninya.
  • Di dalam Omega 3 juga terdapat Alpha-linolenic acid (ALA) yang berguna sebagai energi. Biasanya, ALA ini bisa mengalami perubahan pula di dalam tubuh menjadi DHA atau EPA.
  • Asupan yang cukup akan Omega 3 juga bagus untuk menjaga kesehatan jantung anak.

 

Manfaat susu bubuk
Indomilk OptiNutri Mengandung Omega 3, Tinggi Kalsium, dan Sumber Protein

2. Tinggi Kalsium

Kalsium penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Pengetahuan ini sudah sejak lama saya ketahui, mengingat Mama saya juga sangat memperhatikan kebutuhan kalsium saya dan saudara-saudara saya. Tetapi ternyata, kalsium tidak hanya untuk kesehatan tulang dan gigi saja, tetapi juga sangat membantu pertambahan tinggi tubuh anak, menjaga fungsi otot, serta menjaga sistem syaraf tubuh mereka. Hal ini karena kalsium memiliki peranan yang besar dalam proses kontraksi otot dan penghantaran sinyal-sinyal pada sistem syaraf di otak.

Mengingat penting sekali asupan kalsium harian untuk anak, saya pun memilih susu bubuk untuk anak yang memang memiliki kandungan kalsium tinggi. Indomilk susu bubuk memiliki kandungan kalsium hingga 25% dari angka kecukupan gizi yang dibutuhkan anak.

Saya pun membeli susu Indomilk ini, yang kebetulan variannya berat dan rasanya beragam. Kebetulan Lexa suka susu coklat jadi inilah yang saya pilih untuknya. Apalagi produknya mudah didapatkan di berbagai supermarket, bahkan bisa beli secara online.

3. Sumber Protein

Dalam masa tumbuh kembang Lexa menjadi anak yang tinggi, tangguh, tanggap dan sehat setiap hari, kebutuhan protein sudah pasti dibutuhkan. Pilihan susu bubuk untuk anak yang menurut pengalaman saya bisa memenuhi kebutuhan akan sumber protein ini ya Indomilk susu bubuk.

Beberapa manfaat susu bubuk yang memiliki kandungan protein bagi perkembangan anak, seperti:

  • Protein berperan penting dalam pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh dan memastikan setiap sel tubuh terpenuhi pasokan vitamin, mineral, bahkan oksigen.
  • Protein membantu mempertahankan pertumbuhan sel mengingat anak yang dalam masa pertumbuhan, sel-selnya pun mengalami pertumbuhan. Selain itu, protein dapat membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
  • Dengan asupan protein yang cukup, anak akan memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga tak mudah sakit, tetap aktif dan ceria setiap hari.

 

susu bubuk untuk anak
Lexa dan Mama

Ketika sedang memilih susu bubuk untuk anak setelah Lexa lepas dari ASI, saya sempat banyak melakukan pencarian informasi. Memilih susu yang akan dikonsumsi setiap hari jelas tak bisa sembarangan kan, ya. Jadi ketika menemukan produk susu Indomilk yang ada susu bubuk untuk anaknya, saya sempat mencari informasi juga mengenai, Indomilk susu bubuk untuk usia berapa? Jawabannya pas seperti yang saya harapkan. Susu ini cocok dikonsumsi oleh anak usia 5-12 tahun.

Selain mencari tahu tentang Indomilk susu bubuk untuk usia berapa, saya juga mencari tahu dulu, varian rasa yang mana yang Lexa suka. Jadi saya memintanya mencoba rasa cokelat, instant plain, dan full cream. Ternyata Lexa mau minum rasa apa saja, hanya dia lebih suka untuk yang rasa cokelat. Oh ya, satu hal yang membuat saya tak khawatir lainnya adalah Indomilk susu bubuk bebas gula.

Bersyukur sekali Lexa suka minum susu setiap hari. Bagaimana dengan anak Moms? Semoga pada suka minum susu juga ya, mengingat ada banyak sekali manfaat susu bubuk yang dikonsumsi rutin bagi tumbuh kembang anak.

Mama Eping dan ASI Ekslusif

Mama Eping dan ASI Ekslusif – Menjadi mama eping sangat tidak mudah, butuh niat dan komitmen. Jadi buat sesama mama eping dan mama yg dbf 2 jempol buat kaliannn… Kalian luar biasaa…

Mama Eping dan ASI Ekslusif

Kali ini Mamabee mau sharing sedikit tentang pengalaman megASIhi, Dari anak pertama, cc Alexa, Mamabee berniat memberikan Asi Esklusif selama 6 bulan penuh. Pada saat itu, Mamabee masih merintis usaha sehingga mau tak mau memutuskan menjadi mama eping. Alasannya tentu saja karena Mamabee terpaksa meninggalkan baby yang masih butuh ASI untuk pergi mengurus usaha.

Saat ini, Babybee, anak kedua Mamabee, tetap mendapatkan ASI ekslusif dan itu artinya Mamabee lagi-lagi menjadi mama eping, yah walaupun butuh tekad baja dalam prosesnya.

Untungnya Mamabee punya 2 orang teman yang lahiran bareng di bulan yang sama, jadi kami bisa saling bertukar informasi dan saling menyemangati untuk bisa mengASIhi.

Sekarang usia Babybee hampir 8 bulan dan dia hanya mau minum fresh ASI. Hanya dalam kondisi tertentu saja Babybee minum ASI stok dari chiller. Semoga Babybee bisa Asi sampai usia 1 tahun ya. Aminnn…

Buat mommy2 yang pengen mengASIhi. tetap semangat ya karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha kalian. KENAPA? Mamabee mengalami sendiri dan banyak mommy2 di luar sana senasib dengan kita.

Sempat ketika Babybee lahir, ASI Mamabee dibilang kurang. Lalu pada hari ke-2, Babybee juga sempat mengalami kuning dan berat badan turun akibat kekurangan Asi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Babybee pun mendapatkan asupan dari sufor agar tidak dehidrasi.

Sejak hari pertama itu pula, Mamabee rajin pumping setiap 2 jam. Mamabee juga rajin minum segala macam booster asi (siapa bilang asi itu murah), cookies asi, susu almond, makan bayam dan daun katuk, breast care, pijat oksitosin. Mamabee juga melakukan segala macam metode pumping, mulai dr cluster pumping, power pumping, sampe marmet. Mamabee juga mencari dan membaca banyak referensi, seperti yang ada di akun-akun Instagram: @elizabeth.zenifer, @anggiesetyawan17, @olevelove dan @asiku.

Mama Eping dan ASI Ekslusif
Tips Mama Eping dan ASI Ekslusif

Referensi mengenai mama eping dan ASI Ekslusif banyak lho, Mom bisa baca IG mereka sangat lengkap untuk masalah perasian dan semuanya bisa kita terapkan. Kalau tak bisa diterapkan atau misalnya kurang cocok dengan kita, ya tak usah dipikirkan. Cari cara lain. Saat merasa ASI tidak dalam jumlah banyak, tenang, jangan terlalu dipikirkan. Mamabee dan juga Mommy lain yang mengalami, kita tidak sendirian.

Tips Menjadi Mama Eping dan Bisa Kasih Asi Ekslusif

Tips Menjadi Mama Eping dan Bisa Kasih Asi Ekslusif menurut pengalaman Mamabee, antara lain:

  1. Hati yg bahagia (jangan stres)
  2. Supply by demand
  3. Rajin pumping
  4. Jangan pernah membandingkan produksi asi kita dengan orang lain

 

Semangat Mommy2 yang masih mengASIhi

He Has Made Everything Beautiful in Its Time

He Has Made Everything Beautiful in Its Time adalah cuplikan dari Ecclesiastes 3:11. Lengkapnya berbunyi:

He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the human heart; yet[a] no one can fathom what God has done from beginning to end.

Mamabee, beginilah saya akhirnya memperkenalkan diri untuk selanjutnya ya. Mamabee bukan tipe mama yang gereja banget, tapi ayat ini menjadi pedoman hidup Mamabee. Di saat Mamabee dan Ayahbee cuma pengen hidup berdua aja (angan2 masa pacaran) karena membayangkan punya anak itu sangat ribet, DIA kasih cc Alexa.

Lalu saat kami sangat enjoy hidup bertiga saja di mana cc Alexa mendapatkan 100% perhatian dan kasih sayang kami, ternyata kami malah dikasih bonus satu anak lagi, yaitu Babybee.

Hebatnya rancanganNya kali ini, kok waktunya pas banget. Iya, ketika itu, Mamabee, Ayahbee, dan cc Alexa butuh adik dan umur cc udah cukup untuk membantu menjaga adik, DIA kasih tepat pada waktunya.

He Has Made Everything Beautiful in Its Time

Kenapa cc Alexa butuh adik?

Ketika itu, Mamabee dan Ayahbee mulai melihat adanya sifat egois anak tunggal pada cc Alexa. Wajarlah ya karena cc Alexa kan mendapatkan semua perhatian kami.

Kalau diingat-ingat lagi, ketika memutuskan hanya punya satu anak saja, kami sudah berusaha mendidik cc Alexa jadi pribadi yang mandiri, peduli sekitar, mempunyai cinta dari Mama dan Ayahnya. Tapi kemudian kami sempat pula berpikir, cc Alexa butuh teman bermain di rumah dan teman shoping, teman curhat masa-masa nanti dia jadi ABG.

Ketika tahu Mamabee hamil lagi, Mamabee dan Ayahbee awalnya syok. Lalu kami sadar mungkin ini memang waktunya untuk cc Alexa punya adik lagi. Mamabee mulai cari literatur: gimana supaya cc Alexa bisa sayang dengan adik dan tidak cemburu dengan adiknya.

Mamabee lalu bertemu dengan akun Instagram @mamalyfe.id. Isinya benar-benar meninspirasi banget. Nanti akan kita bahas di tulisan lain ya, atau ikutin saja akun Instagram @babybianca31 dengan hastag #alexavsbianca .

Akun Instagram Babybee
Akun Instagram Babybee

Setelah Babybee lahir semuanya benar-benar terasa indah dan pas pada waktunya. Ayahbee, Mamabee, dan cc Alexa benar-benar senang menyambut kehadiran Babybee. Cc Alexa yang berusaha mengerti dan berusaha menjadi helper yang baik buat Mama dan Babybee juga bikin haru.

Cc Alexa selalu bilang ke orang-orang yang ditemuinya kalau dia punya adik yang cute. Dia sudah jadi big sister sekarang.

Apa Ayahbee dan Mamabee mau punya baby lagi nanti? Let we see .. hehe. Pastinya nggak sekarang. Kami ingin menikmati dulu masa-masa berempat ini: Ayahbee, Mamabee, cc Alexa, dan Babybee.

Welcome My Baby Bianca

Setelah vakum cukup lama, akhirnya saya mencoba berbagi cerita lagi di blog ini dengan judul Welcome My Baby Bianca. Sesuai judulnya, kehadiran anak kedua ini bagai miracle. Tanpa rencana, namun karena Tuhan yang kasih, pastilah saya dan suami serta cece Alexa terima dengan sukacita.

Today is a gift, and I am ready to receive you.
– Kathryn Starbuck, A Gift –

Kehadiran satu bayi lagi di rumah kami terasa begitu luar biasa, dan saya serta suami seolah harus memulai segalanya dari awal lagi. Syukurlah, pengalaman mengurus sendiri cece Alexa membuat pengalaman untuk mengurus anak kedua jauh lebih mudah. Bahkan kami bisa berusaha menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Oke, sekarang saya kenalkan saja pendatang baru di rumah kami ya. Bianca Setiawan lahir pada 31 Oktober 2018, kurang lebih jam 09.06 dengan berat 2920gr/48cm. Sama seperti anak pertama, anak kedua ini pun saya lahirkan dengan cara Caesar Section. Please no argue with me, mengapa saya pilih cara ini ya.

A new baby is like the beginning of all things: wonder, hope, a dream of possibilities.
– EDA LESHAN –

Bianca Setiawan
Bianca Setiawan

 

Arti nama Bianca sendiri adalah setia, pengertian, putih bersih, pionir, dan pengambil risiko. Arti lainnya, tidak dibuat-buat, ekspresif, unik, ceria, pengambil keputusan, agak keras kepala, dan berani.

Sementara Setiawan adalah nama keluarga.

Pemilihan nama anak saya dan suami lakukan bersama-sama. Yah, sama seperti semua orangtua di muka bumi ini, pastilah ada harapan dan doa yang terselip ketika memutuskan memilih nama anak. Saya pun begitu. Saya ingin anak saya jadi pionir, berani mengambil risiko sekaligus berani mengambil keputusan. Kelak, kemampuan ini akan membantunya memilih mana jalan terbaik di dalam kehidupannya.

Tidak hanya itu sih, ada banyak harapan dan doa lagi. Intinya, segala yang terbaiklah yang kami harapkan untuk Bianca. Sehat terus ya, Bee. Mama, Ayah, Cece Alexa love you.

Mengenalkan Pekerjaan Rumah Tangga pada Anak

Di timeline media sosial seringkali ada para ibu yang berkeluh kesah capeknya mengurus rumah. Baru saja dibersihkan, tak lama kemudian rumah sudah berantakan lagi dengan mainan yang bertebaran di mana-mana. Rasanya pasti melelahkan sekali memang kalau harus membereskan mainan sepanjang waktu. Kalau sering mengalami ini, yang jadi pertanyaan adalah sudahkah Mom mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak?

Tujuan Mengenalkan Pekerjaan Rumah Tangga Pada Anak

Mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak ini tujuannya bukanlah sekadar membantu orangtua atau asisten rumah tangga saja untuk membersihkan rumah, melainkan menumbuhkan kesadaran akan adanya konsekuensi, tanggung jawab, empati, dan kemandirian pada anak.

Anak-anak yang terbiasa melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya, tidak hanya tumbuh jadi anak yang bertanggung jawab pada benda-benda miliknya sendiri, bertanggung jawab pada tugasnya, tetapi kelak ketika ia sudah berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah, ia bisa lebih bertanggung jawab pada aturan-aturan yang berlaku di dalam masyarakat (karena sebelumnya ia sudah mengenal adanya aturan yang diterapkan di rumahnya sendiri).

Masalahnya, banyak pula orang tua yang mengeluh betapa sulitnya mengenalkan dan membuat anak mau mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, seperti membereskan mainannya sendiri, merapikan tempat tidur, menyapu kamar, membantu pekerjaan rumah tangga lainnya. Ada saja alasan yang diajukan anak untuk mangkir dari tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Atau bisa jadi anak enggan melakukan aktivitas rumah tangga mesti telah bolak-balik diminta dengan berbagai sebab.

Bagaimana caranya mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak sehingga anak mau melaksanakan tugasnya dengan baik dan senang hati?

Mengenalkan Pekerjaan Rumah Tangga Pada Anak

1. Tugas Sesuaikan Dengan Umur dan Kemampuan Anak

Saat mengenalkan berbagai jenis pekerjaan rumah tangga pada anak, sebaiknya sesuaikan jenis pekerjaan dengan usia dan kemampuan anak. Jika kita memberi anak tugas yang melebihi kemampuannya, tentu saja anak bingung atau enggan melakukannya.

Jadi, ketika hendak memberikan pekerjaan rumah tangga tertentu kepada anak, pertimbangkan berat ringan pekerjaan, berikan pekerjaan yang tidak menimbulkan cidera pada anak, pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga besar yang akan membuat anak kelelahan, dan pekerjaan itu mampu dilakukan anak.

2. Jam Kerja

Jam kerja saat anak melakukan tugasnya juga mesti ditentukan berdasarkan kesepakatan antara orangtua dan anak. Orang tua perlu terlebih dahulu mendengarkan keinginan anak, kemudian secara bersama-sama memutuskan jam kerja dan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan anak. Selain bisa membangun tanggung jawab, mendiskusikan pekerjaan terlebih dahulu membantu anak untuk belajar berkomunikasi dua arah dengan baik.

Jam kerja yang bisa disesuaikan dengan anak, misalnya merapikan tempat tidur sesaat setelah bangun tidur, membereskan mainan setelah selesai bermain, menyiapkan buku pelajaran atau peralatan sekolah sebelum tidur, menyiram tanaman di sore hari, dan sebagainya.

3. Spesifikasi Tugas

Ada cukup banyak orangtua yang hanya memberi perintah tanpa menjelaskan terlebih dahulu apa yang seharusnya dikerjakan anak dengan lebih spesifik. Karena bingung atau tidak mengerti, anak pun jadi tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Akibatnya, tentu saja pekerjaan rumah yang diberikan tidak dilaksanakan dengan baik.

Untuk itu, cobalah memberi tugas dengan detail yang lebih spesifik, bahkan untuk pekerjaan sederhana. Misalnya, membereskan mainan dengan memasukkan mainan tersebut ke kotak penyimpanan mainan, merapikan buku-buku yang sudah selesai dibaca langsung di rak buku, membersihkan tempat tidur dengan menyusun bantal dan guling serta menarik ujung-ujung seprai agar bagian atas seprai licin kembali, dan sebagainya.

4. Beri Contoh dan Bantu Anak Tetap Konsisten

Anak itu adalah cerminan orangtuanya. Apa yang dilakukan anak seringkali mereka pelajari dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orangtua atau orang-orang yang tinggal satu rumah dengannya. Maka dalam proses mengenalkan pekerjaan rumah pada anak, orangtua perlu memberi contoh nyata dengan melakukan hal yang sama.

Jika anak lupa akan tanggung jawab yang harus ia selesaikan, ingatkan, jangan sekadar dimarahi. Sesekali, bantu anak saat menjalankan tugasnya sehingga ia mengerti mengenai konsep saling membantu dalam menjalankan tugas. Untuk mendukung anak agar tetap konsisten, tak masalah jika orang tua terus mengingatkan anak ketika anak lupa atau lalai.

5. Kenalkan pada Konsep Tiap Hal Ada Risiko

Ketika anak lupa membereskan mainan atau buku pelajaran, orang tua jangan langsung menggantikan anak untuk melakukan tugasnya. Biarkan saja dan ketika anak bingung mencari mainan atau buku yang dibutuhkannya, kenalkan tentang konsep risiko. Jika barang pribadi tidak disimpan dengan baik maka saat membutuhkan pastilah sulit untuk menemukannya.

Orang tua juga bisa mengajak anak berdiskusi tentang sebab akibat dari pekerjaan rumah yang tak dilakukan dengan baik, misalnya ketika mainan tidak dibereskan maka akan membuat rumah berantakan dan mengganggu kenyamanan anak sendiri dan orang lain. Ketika tempat tidur dibiarkan berantakan maka tidur pun jadi tak nyaman. Selain itu, beri pula pemahaman saat anak tak menjalankan kewajibannya maka ada hak orang lain yang jadi terganggu, misalnya Ibu bisa terpeleset karena terinjak mainan anak, dan sebagainya.

Ada banyak cara lain dalam mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak. Masing-masing cara bisa diperkenalkan satu persatu kemudian dipilih mana cara terbaik dan paling nyaman untuk mendukung anak menjadi anak yang bertanggung jawab, mandiri, dan bisa konsisten menjalankan tugasnya. Intinya, semakin dini mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak, semakin cepat proses menanamkan didikan akan pentingnya tanggung jawab dan kemandirian dalam kehidupan.

Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Ajak Anak Mengenali Perasaannya – Setiap orangtua pastilah ingin anaknya tumbuh dengan sehat, baik secara jasmani (tubuh), rohani (jiwa) dan sehat secara sosial. Sehat secara jasmani berarti anak memiliki badan yang bugar serta memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga tak mudah sakit. Sementara sehat secara sosial berarti anak mampu berinteraksi dengan sekelilingnya dengan baik.

Apa yang dimaksud sehat secara rohani? Anak yang sehat jiwanya akan tampak lebih ceria dan bahagia. Ia juga mampu menyesuaikan diri dengan sekelilingnya, baik di lingkungan rumah, sekolah, bahkan dengan alam. Selain itu, ia tahu dan bisa menerima kelemahan maupun kelebihannya serta memiliki pandangan yang positif terhadap kehidupan.

Untuk bisa mendapatkan sehat secara lengkap, baik tubuh, jiwa, maupun sosial tadi, anak perlu mengenali perasaannya sehingga ketika ia mengalami situasi yang tak nyaman, ia bisa mengomunikasikannya dengan Anda, orangtuanya.

Mengenal Kondisi yang Menimbulkan Ketidaknyamanan

Ada kondisi-kondisi yang sering membuat anak tidak nyaman, namun tidak disadari oleh orangtua. Anak yang merasa tidak nyaman tersebut juga tidak benar-benar memahami perasaan itu dan akibatnya ia mengalami stres. Ya, anak bisa stres dan jika tak ditangani dengan baik malah bisa membuat anak sakit atau berdampak pada tumbuh kembangnya secara keseluruhan. Oleh karena itu, ajak anak mengenali perasaannya pada berbagai kondisi.

Beberapa kondisi yang biasanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, antara lain:

  • Ketika pindah rumah dan hidup di lingkungan baru.
  • Anak pindah sekolah dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum dikenalnya.
  • Ketika berhadapan dengan teman, guru, atau seseorang yang menimbulkan perasaan tak nyaman.
  • Saat menghadapi ujian di sekolah.
  • Ketika terjadi masalah di dalam maupun di luar rumah.

Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Setelah tahu beberapa kondisi yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, Anda sebagai orangtua perlu melakukan beberapa hal seperti melihat reaksi yang timbul dari anak saat berhadapan dengan kondisi tersebut. Kemudian, ajak anak mengenali perasaannya.

Beberapa tanda perasaan tidak nyaman yang perlu dikenalkan pada anak, misalnya:

  • Jantung berdebar-debar dan rasanya jadi sulit bernapas.
  • Keluar keringat secara berlebihan.
  • Otot-otot menjadi tegang, sakit perut, atau sakit kepala.
  • Jadi tidak nafsu makan.
  • Susah tidur.

Beritahu pula anak kalau perasaan tak nyaman tadi wajar terjadi ketika ia berada dalam kondisi yang belum dikenalnya. Memang, setelah tanda perasaan tak nyaman muncul, akan diikuti pula dengan perasaan cemas dan khawatir secara berlebihan, atau bisa juga merasa sangat sedih tanpa penyebab yang jelas. Perasaan lain yang terlihat mencolok seperti anak menjadi mudah marah, tersinggung, uring-uringan, atau malah jadi susah berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di sekolah.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Perasaan Tidak Nyaman?

  1. Ajarkan anak untuk bercerita atau membicarakan apa yang sedang dirasakannya dan jangan biarkan anak menyimpan semua perasaan itu sendirian.
  2. Berikan arahan dalam bentuk nasihat yang tidak menggurui dan memaksa.
  3. Ajak anak mengatasi perasaan tidak nyaman yang muncul dengan mengeksplorasi lingkungan baru yang sebelumnya telah membuatnya cemas. Lakukan interaksi dengan tetangga dan kenalkan mereka dengan teman sebaya.
  4. Alihkan perhatian anak dengan melakukan aktivitas yang sesuai dengan minat anak.
  5. Bantu anak menenangkan pikiran dan perasaannya melalui kegiatan ibadah sesuai dengan agama.
  6. Dengarkan keluhan anak, jangan memarahaninya, mengecilkan perasaannya, atau malah menyalahkannya. Beri anak dukungan penuh dan cobalah “melihat” dari sudut pandang anak.
  7. Terapkan pola hidup yang sehat karena dengan tubuh yang sehat maka jiwa pun bisa terjaga tetap sehat. Perbanyak aktivitas fisik dan konsumsi makanan sehat.

Mengajak anak mengenali perasaannya hanyalah salah satu solusi untuk mencegah timbulnya stres pada anak karena suatu kondisi. Gampang-gampang susah sih memang, namun asalkan orangtua mau berusaha membangun komunikasi yang baik dengan anak maka masalah apa pun pasti bisa diatasi dengan baik.