Mama Eping dan ASI Ekslusif

Mama Eping dan ASI Ekslusif – Menjadi mama eping sangat tidak mudah, butuh niat dan komitmen. Jadi buat sesama mama eping dan mama yg dbf 2 jempol buat kaliannn… Kalian luar biasaa…

Mama Eping dan ASI Ekslusif

Kali ini Mamabee mau sharing sedikit tentang pengalaman megASIhi, Dari anak pertama, cc Alexa, Mamabee berniat memberikan Asi Esklusif selama 6 bulan penuh. Pada saat itu, Mamabee masih merintis usaha sehingga mau tak mau memutuskan menjadi mama eping. Alasannya tentu saja karena Mamabee terpaksa meninggalkan baby yang masih butuh ASI untuk pergi mengurus usaha.

Saat ini, Babybee, anak kedua Mamabee, tetap mendapatkan ASI ekslusif dan itu artinya Mamabee lagi-lagi menjadi mama eping, yah walaupun butuh tekad baja dalam prosesnya.

Untungnya Mamabee punya 2 orang teman yang lahiran bareng di bulan yang sama, jadi kami bisa saling bertukar informasi dan saling menyemangati untuk bisa mengASIhi.

Sekarang usia Babybee hampir 8 bulan dan dia hanya mau minum fresh ASI. Hanya dalam kondisi tertentu saja Babybee minum ASI stok dari chiller. Semoga Babybee bisa Asi sampai usia 1 tahun ya. Aminnn…

Buat mommy2 yang pengen mengASIhi. tetap semangat ya karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha kalian. KENAPA? Mamabee mengalami sendiri dan banyak mommy2 di luar sana senasib dengan kita.

Sempat ketika Babybee lahir, ASI Mamabee dibilang kurang. Lalu pada hari ke-2, Babybee juga sempat mengalami kuning dan berat badan turun akibat kekurangan Asi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Babybee pun mendapatkan asupan dari sufor agar tidak dehidrasi.

Sejak hari pertama itu pula, Mamabee rajin pumping setiap 2 jam. Mamabee juga rajin minum segala macam booster asi (siapa bilang asi itu murah), cookies asi, susu almond, makan bayam dan daun katuk, breast care, pijat oksitosin. Mamabee juga melakukan segala macam metode pumping, mulai dr cluster pumping, power pumping, sampe marmet. Mamabee juga mencari dan membaca banyak referensi, seperti yang ada di akun-akun Instagram: @elizabeth.zenifer, @anggiesetyawan17, @olevelove dan @asiku.

Mama Eping dan ASI Ekslusif
Tips Mama Eping dan ASI Ekslusif

Referensi mengenai mama eping dan ASI Ekslusif banyak lho, Mom bisa baca IG mereka sangat lengkap untuk masalah perasian dan semuanya bisa kita terapkan. Kalau tak bisa diterapkan atau misalnya kurang cocok dengan kita, ya tak usah dipikirkan. Cari cara lain. Saat merasa ASI tidak dalam jumlah banyak, tenang, jangan terlalu dipikirkan. Mamabee dan juga Mommy lain yang mengalami, kita tidak sendirian.

Tips Menjadi Mama Eping dan Bisa Kasih Asi Ekslusif

Tips Menjadi Mama Eping dan Bisa Kasih Asi Ekslusif menurut pengalaman Mamabee, antara lain:

  1. Hati yg bahagia (jangan stres)
  2. Supply by demand
  3. Rajin pumping
  4. Jangan pernah membandingkan produksi asi kita dengan orang lain

 

Semangat Mommy2 yang masih mengASIhi

He Has Made Everything Beautiful in Its Time

He Has Made Everything Beautiful in Its Time adalah cuplikan dari Ecclesiastes 3:11. Lengkapnya berbunyi:

He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the human heart; yet[a] no one can fathom what God has done from beginning to end.

Mamabee, beginilah saya akhirnya memperkenalkan diri untuk selanjutnya ya. Mamabee bukan tipe mama yang gereja banget, tapi ayat ini menjadi pedoman hidup Mamabee. Di saat Mamabee dan Ayahbee cuma pengen hidup berdua aja (angan2 masa pacaran) karena membayangkan punya anak itu sangat ribet, DIA kasih cc Alexa.

Lalu saat kami sangat enjoy hidup bertiga saja di mana cc Alexa mendapatkan 100% perhatian dan kasih sayang kami, ternyata kami malah dikasih bonus satu anak lagi, yaitu Babybee.

Hebatnya rancanganNya kali ini, kok waktunya pas banget. Iya, ketika itu, Mamabee, Ayahbee, dan cc Alexa butuh adik dan umur cc udah cukup untuk membantu menjaga adik, DIA kasih tepat pada waktunya.

He Has Made Everything Beautiful in Its Time

Kenapa cc Alexa butuh adik?

Ketika itu, Mamabee dan Ayahbee mulai melihat adanya sifat egois anak tunggal pada cc Alexa. Wajarlah ya karena cc Alexa kan mendapatkan semua perhatian kami.

Kalau diingat-ingat lagi, ketika memutuskan hanya punya satu anak saja, kami sudah berusaha mendidik cc Alexa jadi pribadi yang mandiri, peduli sekitar, mempunyai cinta dari Mama dan Ayahnya. Tapi kemudian kami sempat pula berpikir, cc Alexa butuh teman bermain di rumah dan teman shoping, teman curhat masa-masa nanti dia jadi ABG.

Ketika tahu Mamabee hamil lagi, Mamabee dan Ayahbee awalnya syok. Lalu kami sadar mungkin ini memang waktunya untuk cc Alexa punya adik lagi. Mamabee mulai cari literatur: gimana supaya cc Alexa bisa sayang dengan adik dan tidak cemburu dengan adiknya.

Mamabee lalu bertemu dengan akun Instagram @mamalyfe.id. Isinya benar-benar meninspirasi banget. Nanti akan kita bahas di tulisan lain ya, atau ikutin saja akun Instagram @babybianca31 dengan hastag #alexavsbianca .

Akun Instagram Babybee
Akun Instagram Babybee

Setelah Babybee lahir semuanya benar-benar terasa indah dan pas pada waktunya. Ayahbee, Mamabee, dan cc Alexa benar-benar senang menyambut kehadiran Babybee. Cc Alexa yang berusaha mengerti dan berusaha menjadi helper yang baik buat Mama dan Babybee juga bikin haru.

Cc Alexa selalu bilang ke orang-orang yang ditemuinya kalau dia punya adik yang cute. Dia sudah jadi big sister sekarang.

Apa Ayahbee dan Mamabee mau punya baby lagi nanti? Let we see .. hehe. Pastinya nggak sekarang. Kami ingin menikmati dulu masa-masa berempat ini: Ayahbee, Mamabee, cc Alexa, dan Babybee.

Welcome My Baby Bianca

Setelah vakum cukup lama, akhirnya saya mencoba berbagi cerita lagi di blog ini dengan judul Welcome My Baby Bianca. Sesuai judulnya, kehadiran anak kedua ini bagai miracle. Tanpa rencana, namun karena Tuhan yang kasih, pastilah saya dan suami serta cece Alexa terima dengan sukacita.

Today is a gift, and I am ready to receive you.
– Kathryn Starbuck, A Gift –

Kehadiran satu bayi lagi di rumah kami terasa begitu luar biasa, dan saya serta suami seolah harus memulai segalanya dari awal lagi. Syukurlah, pengalaman mengurus sendiri cece Alexa membuat pengalaman untuk mengurus anak kedua jauh lebih mudah. Bahkan kami bisa berusaha menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Oke, sekarang saya kenalkan saja pendatang baru di rumah kami ya. Bianca Setiawan lahir pada 31 Oktober 2018, kurang lebih jam 09.06 dengan berat 2920gr/48cm. Sama seperti anak pertama, anak kedua ini pun saya lahirkan dengan cara Caesar Section. Please no argue with me, mengapa saya pilih cara ini ya.

A new baby is like the beginning of all things: wonder, hope, a dream of possibilities.
– EDA LESHAN –

Bianca Setiawan
Bianca Setiawan

 

Arti nama Bianca sendiri adalah setia, pengertian, putih bersih, pionir, dan pengambil risiko. Arti lainnya, tidak dibuat-buat, ekspresif, unik, ceria, pengambil keputusan, agak keras kepala, dan berani.

Sementara Setiawan adalah nama keluarga.

Pemilihan nama anak saya dan suami lakukan bersama-sama. Yah, sama seperti semua orangtua di muka bumi ini, pastilah ada harapan dan doa yang terselip ketika memutuskan memilih nama anak. Saya pun begitu. Saya ingin anak saya jadi pionir, berani mengambil risiko sekaligus berani mengambil keputusan. Kelak, kemampuan ini akan membantunya memilih mana jalan terbaik di dalam kehidupannya.

Tidak hanya itu sih, ada banyak harapan dan doa lagi. Intinya, segala yang terbaiklah yang kami harapkan untuk Bianca. Sehat terus ya, Bee. Mama, Ayah, Cece Alexa love you.

Mengenalkan Pekerjaan Rumah Tangga pada Anak

Di timeline media sosial seringkali ada para ibu yang berkeluh kesah capeknya mengurus rumah. Baru saja dibersihkan, tak lama kemudian rumah sudah berantakan lagi dengan mainan yang bertebaran di mana-mana. Rasanya pasti melelahkan sekali memang kalau harus membereskan mainan sepanjang waktu. Kalau sering mengalami ini, yang jadi pertanyaan adalah sudahkah Mom mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak?

Tujuan Mengenalkan Pekerjaan Rumah Tangga Pada Anak

Mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak ini tujuannya bukanlah sekadar membantu orangtua atau asisten rumah tangga saja untuk membersihkan rumah, melainkan menumbuhkan kesadaran akan adanya konsekuensi, tanggung jawab, empati, dan kemandirian pada anak.

Anak-anak yang terbiasa melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya, tidak hanya tumbuh jadi anak yang bertanggung jawab pada benda-benda miliknya sendiri, bertanggung jawab pada tugasnya, tetapi kelak ketika ia sudah berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah, ia bisa lebih bertanggung jawab pada aturan-aturan yang berlaku di dalam masyarakat (karena sebelumnya ia sudah mengenal adanya aturan yang diterapkan di rumahnya sendiri).

Masalahnya, banyak pula orang tua yang mengeluh betapa sulitnya mengenalkan dan membuat anak mau mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, seperti membereskan mainannya sendiri, merapikan tempat tidur, menyapu kamar, membantu pekerjaan rumah tangga lainnya. Ada saja alasan yang diajukan anak untuk mangkir dari tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Atau bisa jadi anak enggan melakukan aktivitas rumah tangga mesti telah bolak-balik diminta dengan berbagai sebab.

Bagaimana caranya mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak sehingga anak mau melaksanakan tugasnya dengan baik dan senang hati?

Mengenalkan Pekerjaan Rumah Tangga Pada Anak

1. Tugas Sesuaikan Dengan Umur dan Kemampuan Anak

Saat mengenalkan berbagai jenis pekerjaan rumah tangga pada anak, sebaiknya sesuaikan jenis pekerjaan dengan usia dan kemampuan anak. Jika kita memberi anak tugas yang melebihi kemampuannya, tentu saja anak bingung atau enggan melakukannya.

Jadi, ketika hendak memberikan pekerjaan rumah tangga tertentu kepada anak, pertimbangkan berat ringan pekerjaan, berikan pekerjaan yang tidak menimbulkan cidera pada anak, pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga besar yang akan membuat anak kelelahan, dan pekerjaan itu mampu dilakukan anak.

2. Jam Kerja

Jam kerja saat anak melakukan tugasnya juga mesti ditentukan berdasarkan kesepakatan antara orangtua dan anak. Orang tua perlu terlebih dahulu mendengarkan keinginan anak, kemudian secara bersama-sama memutuskan jam kerja dan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan anak. Selain bisa membangun tanggung jawab, mendiskusikan pekerjaan terlebih dahulu membantu anak untuk belajar berkomunikasi dua arah dengan baik.

Jam kerja yang bisa disesuaikan dengan anak, misalnya merapikan tempat tidur sesaat setelah bangun tidur, membereskan mainan setelah selesai bermain, menyiapkan buku pelajaran atau peralatan sekolah sebelum tidur, menyiram tanaman di sore hari, dan sebagainya.

3. Spesifikasi Tugas

Ada cukup banyak orangtua yang hanya memberi perintah tanpa menjelaskan terlebih dahulu apa yang seharusnya dikerjakan anak dengan lebih spesifik. Karena bingung atau tidak mengerti, anak pun jadi tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Akibatnya, tentu saja pekerjaan rumah yang diberikan tidak dilaksanakan dengan baik.

Untuk itu, cobalah memberi tugas dengan detail yang lebih spesifik, bahkan untuk pekerjaan sederhana. Misalnya, membereskan mainan dengan memasukkan mainan tersebut ke kotak penyimpanan mainan, merapikan buku-buku yang sudah selesai dibaca langsung di rak buku, membersihkan tempat tidur dengan menyusun bantal dan guling serta menarik ujung-ujung seprai agar bagian atas seprai licin kembali, dan sebagainya.

4. Beri Contoh dan Bantu Anak Tetap Konsisten

Anak itu adalah cerminan orangtuanya. Apa yang dilakukan anak seringkali mereka pelajari dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orangtua atau orang-orang yang tinggal satu rumah dengannya. Maka dalam proses mengenalkan pekerjaan rumah pada anak, orangtua perlu memberi contoh nyata dengan melakukan hal yang sama.

Jika anak lupa akan tanggung jawab yang harus ia selesaikan, ingatkan, jangan sekadar dimarahi. Sesekali, bantu anak saat menjalankan tugasnya sehingga ia mengerti mengenai konsep saling membantu dalam menjalankan tugas. Untuk mendukung anak agar tetap konsisten, tak masalah jika orang tua terus mengingatkan anak ketika anak lupa atau lalai.

5. Kenalkan pada Konsep Tiap Hal Ada Risiko

Ketika anak lupa membereskan mainan atau buku pelajaran, orang tua jangan langsung menggantikan anak untuk melakukan tugasnya. Biarkan saja dan ketika anak bingung mencari mainan atau buku yang dibutuhkannya, kenalkan tentang konsep risiko. Jika barang pribadi tidak disimpan dengan baik maka saat membutuhkan pastilah sulit untuk menemukannya.

Orang tua juga bisa mengajak anak berdiskusi tentang sebab akibat dari pekerjaan rumah yang tak dilakukan dengan baik, misalnya ketika mainan tidak dibereskan maka akan membuat rumah berantakan dan mengganggu kenyamanan anak sendiri dan orang lain. Ketika tempat tidur dibiarkan berantakan maka tidur pun jadi tak nyaman. Selain itu, beri pula pemahaman saat anak tak menjalankan kewajibannya maka ada hak orang lain yang jadi terganggu, misalnya Ibu bisa terpeleset karena terinjak mainan anak, dan sebagainya.

Ada banyak cara lain dalam mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak. Masing-masing cara bisa diperkenalkan satu persatu kemudian dipilih mana cara terbaik dan paling nyaman untuk mendukung anak menjadi anak yang bertanggung jawab, mandiri, dan bisa konsisten menjalankan tugasnya. Intinya, semakin dini mengenalkan pekerjaan rumah tangga pada anak, semakin cepat proses menanamkan didikan akan pentingnya tanggung jawab dan kemandirian dalam kehidupan.

Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Ajak Anak Mengenali Perasaannya – Setiap orangtua pastilah ingin anaknya tumbuh dengan sehat, baik secara jasmani (tubuh), rohani (jiwa) dan sehat secara sosial. Sehat secara jasmani berarti anak memiliki badan yang bugar serta memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga tak mudah sakit. Sementara sehat secara sosial berarti anak mampu berinteraksi dengan sekelilingnya dengan baik.

Apa yang dimaksud sehat secara rohani? Anak yang sehat jiwanya akan tampak lebih ceria dan bahagia. Ia juga mampu menyesuaikan diri dengan sekelilingnya, baik di lingkungan rumah, sekolah, bahkan dengan alam. Selain itu, ia tahu dan bisa menerima kelemahan maupun kelebihannya serta memiliki pandangan yang positif terhadap kehidupan.

Untuk bisa mendapatkan sehat secara lengkap, baik tubuh, jiwa, maupun sosial tadi, anak perlu mengenali perasaannya sehingga ketika ia mengalami situasi yang tak nyaman, ia bisa mengomunikasikannya dengan Anda, orangtuanya.

Mengenal Kondisi yang Menimbulkan Ketidaknyamanan

Ada kondisi-kondisi yang sering membuat anak tidak nyaman, namun tidak disadari oleh orangtua. Anak yang merasa tidak nyaman tersebut juga tidak benar-benar memahami perasaan itu dan akibatnya ia mengalami stres. Ya, anak bisa stres dan jika tak ditangani dengan baik malah bisa membuat anak sakit atau berdampak pada tumbuh kembangnya secara keseluruhan. Oleh karena itu, ajak anak mengenali perasaannya pada berbagai kondisi.

Beberapa kondisi yang biasanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, antara lain:

  • Ketika pindah rumah dan hidup di lingkungan baru.
  • Anak pindah sekolah dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum dikenalnya.
  • Ketika berhadapan dengan teman, guru, atau seseorang yang menimbulkan perasaan tak nyaman.
  • Saat menghadapi ujian di sekolah.
  • Ketika terjadi masalah di dalam maupun di luar rumah.

Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Setelah tahu beberapa kondisi yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, Anda sebagai orangtua perlu melakukan beberapa hal seperti melihat reaksi yang timbul dari anak saat berhadapan dengan kondisi tersebut. Kemudian, ajak anak mengenali perasaannya.

Beberapa tanda perasaan tidak nyaman yang perlu dikenalkan pada anak, misalnya:

  • Jantung berdebar-debar dan rasanya jadi sulit bernapas.
  • Keluar keringat secara berlebihan.
  • Otot-otot menjadi tegang, sakit perut, atau sakit kepala.
  • Jadi tidak nafsu makan.
  • Susah tidur.

Beritahu pula anak kalau perasaan tak nyaman tadi wajar terjadi ketika ia berada dalam kondisi yang belum dikenalnya. Memang, setelah tanda perasaan tak nyaman muncul, akan diikuti pula dengan perasaan cemas dan khawatir secara berlebihan, atau bisa juga merasa sangat sedih tanpa penyebab yang jelas. Perasaan lain yang terlihat mencolok seperti anak menjadi mudah marah, tersinggung, uring-uringan, atau malah jadi susah berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di sekolah.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Perasaan Tidak Nyaman?

  1. Ajarkan anak untuk bercerita atau membicarakan apa yang sedang dirasakannya dan jangan biarkan anak menyimpan semua perasaan itu sendirian.
  2. Berikan arahan dalam bentuk nasihat yang tidak menggurui dan memaksa.
  3. Ajak anak mengatasi perasaan tidak nyaman yang muncul dengan mengeksplorasi lingkungan baru yang sebelumnya telah membuatnya cemas. Lakukan interaksi dengan tetangga dan kenalkan mereka dengan teman sebaya.
  4. Alihkan perhatian anak dengan melakukan aktivitas yang sesuai dengan minat anak.
  5. Bantu anak menenangkan pikiran dan perasaannya melalui kegiatan ibadah sesuai dengan agama.
  6. Dengarkan keluhan anak, jangan memarahaninya, mengecilkan perasaannya, atau malah menyalahkannya. Beri anak dukungan penuh dan cobalah “melihat” dari sudut pandang anak.
  7. Terapkan pola hidup yang sehat karena dengan tubuh yang sehat maka jiwa pun bisa terjaga tetap sehat. Perbanyak aktivitas fisik dan konsumsi makanan sehat.

Mengajak anak mengenali perasaannya hanyalah salah satu solusi untuk mencegah timbulnya stres pada anak karena suatu kondisi. Gampang-gampang susah sih memang, namun asalkan orangtua mau berusaha membangun komunikasi yang baik dengan anak maka masalah apa pun pasti bisa diatasi dengan baik.