Hidup Bebas Stres

Tekanan pekerjaan dan kondisi sehari-hari di dalam rumah seringkali membuat orang merasa stres dan menjadi tidak bahagia. Akibatnya kemudian jika kondisi stres ini dibiarkan terus menerus maka akan bisa mengganggu kesehatan dan menjadi tidak produktif dalam bekerja. Ya, dampak stres yang dialami bisa menimbulkan cukup banyak gangguan tanpa disadari. Itu sebabnya, perlu sekali mengetahui cara agar bisa hidup bebas stres.

Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari dirinya sedang dilanda stres. Padahal dari hasil survei yang banyak dilakukan berbagai lembaga maupun secara personal oleh orang-orang yang peduli terkait dampak stres dalam kehidupan menunjukkan ada kurang lebih 43 persen orang dewasa menderita stres, yang dampaknya terlihat, mulai dari gangguan kesehatan hingga menurunnya produktivitas harian.

Ketika seseorang mengalami stres maka persediaan vitamin B di dalam tubuh menjadi berkurang. Hal ini juga berakibat berkurangnya kemampuan tubuh menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Dengan kata lain, stres tidak hanya menimbulkan masalah emosional saja, melainkan akan sangat mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jadi bagaimana caranya agar bisa mendapatkan hidup bebas stres?

Hidup Bebas Stres

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melawan stres sebelum kondisi stres tersebut mengganggu kesehatan tubuh dan menurunkan produktivitas. Cobalah gabungkan langkah sederhana berikut dalam gaya hidup sehari-hari agar tubuh lebih siap mengatasi stres.

1. Tidur yang Cukup

Telah terbukti jika tidur benar-benar menolong mengurangi stres, seperti yang disebutkan dalam hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Tidur yang cukup dapat memulihkan tubuh,pikiran, dan sangat membantu dalam memelihara kesehatan mental dan fisik.

Masih dari hasil penelitian yang sama menunjukkan bahwa orang yang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam akan menikmati kesehatan tubuh dan jiwa, serta memiliki kehidupan yang lebih panjang. Mereka menjadi lebih baik dalam mengatasi situasi sulit yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus bisa menemukan solusi dengan cepat untuk setiap masalah yang sedang dihadapi. Sementara bagi orang-orang yang kurang tidur, akan mengakibatkan sulit mengatasi dan menemukan solusi dalam kondisi penuh tekanan akibatnya stres pun semakin menjadi.

2. Diet Seimbang dan Jaga Asupan Nutrisi Sehat

Ketika mengalami stres maka vitamin B dalam tubuh akan berkurang dan penyerapan nutrisi vital akan menipis sehingga tak heran jika gangguan kesehatan muncul satu persatu. Jika tubuh tak sehat, otomatis proses berpikir dan bekerja jadi ikut terganggu pula. Untuk mencegahnya, penting sekali menjaga konsumsi makanan sehat yang masuk dalam tubuh dengan diet seimbang. Dengan menjaga asupan nutrisi sehat dan tentu saja menjalani pola hidup sehat dengan diet seimbang, tubuh akan siap menerima kondisi apa pun yang dialami setiap hari.

Hal lain berkaitan dengan pola makan. Banyak orang yang ketika stres dengan tekanan pekerjaan yang menghimpit melarikan diri pada konsumsi makanan berlebihan, termasuk konsumsi gula pada kopi yang diminum terus menerus. Makanan yang buruk tidak saja akan menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit, namun juga akan membuat stres yang dialami semakin parah. Alangkah tak bijaksana jika saat stres lari ke makanan. Cobalah ketika himpitan stres membuat “sesak”, lakukan aktivitas fisik sejenak alih-alih makan dalam jumlah berlebihan. Beraktivitas di luar ruangan bisa melepaskan ketegangan dan membuat pikiran lebih jernih.

3. Konsumsi Suplemen yang Tepat

Pola makan diet seimbang juga bisa dilengkapi dengan suplemen yang tepat dan bisa membantu peningkatan daya tahan tubuh dalam mencegah stres, seperti mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B-12. Ada cukup banyak penelitian yang menemukan bukti bahwa vitamin B-12 bermanfaat besar dalam mendorong aktivitas sel saraf dalam tubuh. Asupan vitamin B-12 juga bisa dipenuhi melalui berbagai jenis makanan sehat (tentu saja dengan pengolahan yang benar), seperti kerang, kepiting, salmon, daging sapi, susu, ikan tuna, dan sebagainya.

4. Hindari atau Batasi Kafein

Menurut Dr. David Posen dalam Canadian Journal of Continuing Medical Education, kafein merupakan salah satu perangsang yang bisa membangkitkan reaksi stres dalam tubuh. Untuk itu, perlu sekali membatasi atau menghindari asupan kafein harian agar bisa hidup bebas stres.

Masih dalam jurnal yang sama disebutkan bahwa orang yang memiliki kadar kafein yang rendah di dalam tubuhnya atau bahkan menghilangkannya sama sekali memiliki kondisi perasaan dan pikiran yang lebih santai, tidak gelisah, dan bisa memiliki tidur yang lebih berkualitas di malam hari. Jika ingin minum kopi, maka carilah kopi yang bebas kafein demi mendapatkan hidup bebas stres.

5. Olahraga Teratur

Olahraga merupakan salah satu kunci yang bisa mencegah bahkan mengurangi risiko terserang stres. Olahraga yang dimaksudkan di sini tidak perlu olahraga berat, namun cukup dengan melakukan olahraga ringan, seperti jalan-jalan di taman sembari menghirup udara segar sudah bisa membantu menjernihkan pikiran yang kusut. Kalau ingin olahraga yang lebih berasa, bisa pula dengan melakukan aerobik seminggu 3 kali selama 20 menit.

6. Me Time dengan Aktivitas Menyenangkan

Cukup banyak aktivitas sederhana yang memicu lahirnya rasa bahagia. Rasa bahagia tersebut akan mampu menghindarkan Anda dari stres. Kalau ingin hidup bebas stres, cobalah masukkan dalam jadwal harian Anda kegiatan Me Time yang berupa aktivitas menyenangkan, atau isi Me Time dengan hobi yang paling Anda sukai. Misalnya journaling, jalan-jalan di taman dengan pasangan atau keluarga, bermain dengan anak, merajut, membaca buku yang paling disukai, pergi ke salon, dan sebagainya.

Ingin Hidup Bebas Stres, cobalah kombinasikan poin-poin yang tadi telah dibaca dalam artikel ini dan lakukan secara rutin. Jika memiliki tips lain agar bisa bebas dari stres, boleh juga berbagi di kolom komentar

Mengenal Low Back Pain Penyebab dan Cara Mencegahnya

Pernahkah Anda merasakan nyeri pada bagian belakang tubuh dekat pinggang? Rasa nyeri ini tidak terjadi hanya sesekali, namun terasa terus menerus. Jika pernah, bisa jadi Anda mengalami Low Back Pain (LBP). Apa sih sebenarnya Low Back Pain?

Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah. Kalau dibiarkan dan tak segera ditangani maka rasa nyeri tersebut bisa menjalar hingga ke kaki. Pada kondisi tertentu, rasa nyeri bisa teramat sangat hingga penderitanya mengalami kesulitan untuk bergerak dan harus bed rest atau malah ada yang sampai dirawat di rumah sakit.

Di Amerika, Low Back Pain (LBP) pernah dikeluhkan kurang lebih 80 persen penduduk di sana. Sementara di Indonesia, diperkirakan jumlahnya pun sama banyaknya, hanya saja kebanyakan orang lebih sering mengabaikan rasa nyeri di bagian pinggang belakang tersebut. Padahal mengabaikan rasa nyeri di bagian tubuh mana pun sangatlah berbahaya. Low Back Pain (LBP) sendiri bisa merupakan gejala yang merujuk suatu penyakit dan perlu sekali untuk dicari penyebabnya sebelum terlambat. Penemuan penyebab timbulnya rasa nyeri yang dilakukan sedini mungkin akan membuat proses pengobatan dan penyembuhan menjadi lebih cepat.

Penyebab Low Back Pain

Pada dasarnya, rasa nyeri yang muncul di bagian pinggang bawah ini bisa disebabkan karena terjadinya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang (saraf terjepit), yang disebabkan adanya gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya, gangguan pada sarafnya sendiri, atau karena ada kelainan tulang belakang maupun kelainan di tempat lain, misalnya infeksi, batu ginjal, dan lain-lain.

Ketegangan otot atau yang disebut juga spasme otot merupakan penyebab terbanyak dari Low Back Pain. Ketegangan otot ini dapat terjadi karena gerakan pinggang yang terlalu mendadak atau berlebihan, atau bisa pula karena terjadi pengapuran tulang belakang di sekitar pinggang yang mengakibatkan jepitan pada saraf dan berakibat timbullah rasa nyeri.

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah terdorongnya nucleus pulposus, suatu zat yang berada di antara ruas-ruas tulang belakang, ke arah belakang, baik lurus maupun ke arah kanan atau kiri, sehingga menekan sumsum tulang belakang. Rasa nyeri bisa pula akibat tekanan/tarikan serabut-serabut saraf di area sekitar pinggang. Penyebab HNP bisa karena trauma, terbentur, kecelakaan, atau karena suatu penyakit, seperti tumor, infeksi, batu ginjal, dan sebagainya.

Untuk tahu penyebab secara pasti timbulnya Low Back Pain (LBP), ada baiknya sesegera mungkin memeriksakan diri ke pusat perawatan kesehatan terkait, pemeriksaan dengan foto rontgen tulang belakang, scanning, MRI, dan metode pemeriksaan lainnya yang dianjurkan petugas medis. Intinya, mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu sehingga bisa menentukan pengobatan yang tepat demi menghilangkan rasa sakit (sekaligus penyakit jika memang sedang mengidap penyakit tertentu yang menyebabkan Low Back Pain).

Penanganan yang terbaik adalah dengan menghilangkan penyebabnya (kausal), walaupun bagi yang mengalaminya, yang terpenting adalah menghilangkan rasa sakitnya (simptomatis). Untuk mencari penyebab yang tepat, selain dengan pemeriksaan foto rontgen poros tulang belakang, kadang diperlukan pemeriksaan khusus misalnya scanning, MRI, dan lain-lain.

Cara Mencegah Low Back Pain

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Nasihat ini benar adanya. Bagaimanapun lebih enak memiliki tubuh sehat dan terbebas dari sakit daripada harus mengalami rasa sakit yang berkepanjangan. Untuk dapat memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari Low Back Pain, lakukan cara mencegah low back pain, sebagai berikut:

  • Olahraga teratur dengan intensitas cukup. Pilih pula gerakan olahraga yang tepat.
  • Hindari makanan yang mengandung banyak lemak, asam urat, dan lainnya, agar memperlambat terjadinya pengapuran tulang belakang.
  • Usahakan jangan sampai terjadi kelebihan berat badan.
  • Jalani pola hidup sehat dengan lingkungan sehat, udara yang bersih, dan hindari polusi yang berlebihan.
  • Hidup teratur bebas stres.

Semoga setelah mengenal low back pain, penyebab, dan cara mencegahnya, maka Anda bisa terhindar dari rasa nyeri di pinggang ini. Andaipun saat ini sering merasakan nyeri akibat Low Back Pain (LBP), segeralah memeriksakan diri dan lakukan pengobatan yang dianjurkan petugas medis. Mari hidup sehat bebas penyakit.

Jaga Kesehatan Telinga Dengan Rumus 60 per 60

Mendengarkan musik merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan orang. Perhatikan saja ketika sedang berada di komuter line, di kereta, di bus, atau di pusat keramaian, cukup banyak orang mengenakan earphone di telinga. Kegiatan mendengarkan musik di mana pun dan kapan pun ini didukung pula dengan teknologi smartphone yang dilengkapi fitur-fitur untuk mengakses musik maupun film baik secara online maupun offline.

Tidak ada yang salah mendengarkan musik dengan earphone kapan pun dan di mana pun tadi, namun cara mendengarkannya yang salah bisa memberi dampak buruk bagi telinga.

Berdasarkan data penelitian yang berhasil dihimpun WHO ditemukan bahwa kurang lebih 50 persen orang berusia 12-35 tahun senang mendengarkan musik dengan volume keras yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada sistem pendengaran manusia.

Jaga Kesehatan Telinga Dengan Rumus 60 per 60

Perlu diketahui, di telinga bagian dalam terdapat sel-sel rambut yang berfungsi mendeteksi gelombang suara dan mengirimkannya sebagai sinyal saraf, sehingga otak akan mampu menganalisisnya sebagai suara.

Kebiasaan menggunakan earphone untuk mendengarkan musik atau suara dengan volume berlebihan bisa merusak sel-sel rambut di dalam telinga tadi dan akibatnya pendengaran pun terganggu. Apakah pendengaran yang terganggu bisa disembuhkan? Nah ini nih masalahnya. Sel-sel rambut di dalam telinga yang sudah terlanjur rusak tidak bisa tumbuh kembali. Artinya, kerusakan sel-sel rambut tidak bisa disembuhkan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga?

Dikutip dari detikhealth, yang kemudian ditulis ulang di majalah Mediakom Edisi 91, Februari 2018, dr. Damayanti Soetjipto, SpTHT-KL, Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT), menganjurkan untuk menggunakan rumus 60 per 60.

Rumus 60 per 60 artinya mendengarkan musik atau hiburan lainnya hanya dengan menggunakan volume maksimal 60 persen dan dalam waktu 60 menit sehari. Jika masi ingin menggunakan earphone untuk mendengarkan musik atau hiburan lainnya, telinga perlu diistirahatkan atau diberi jeda dulu.

Yuk jaga kesehatan telinga dengan rumus 60 per 60. Pada nggak mau kan kalau sampai kehilangan kemampuan mendengar di usia muda?