Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Ajak Anak Mengenali Perasaannya – Setiap orangtua pastilah ingin anaknya tumbuh dengan sehat, baik secara jasmani (tubuh), rohani (jiwa) dan sehat secara sosial. Sehat secara jasmani berarti anak memiliki badan yang bugar serta memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga tak mudah sakit. Sementara sehat secara sosial berarti anak mampu berinteraksi dengan sekelilingnya dengan baik.

Apa yang dimaksud sehat secara rohani? Anak yang sehat jiwanya akan tampak lebih ceria dan bahagia. Ia juga mampu menyesuaikan diri dengan sekelilingnya, baik di lingkungan rumah, sekolah, bahkan dengan alam. Selain itu, ia tahu dan bisa menerima kelemahan maupun kelebihannya serta memiliki pandangan yang positif terhadap kehidupan.

Untuk bisa mendapatkan sehat secara lengkap, baik tubuh, jiwa, maupun sosial tadi, anak perlu mengenali perasaannya sehingga ketika ia mengalami situasi yang tak nyaman, ia bisa mengomunikasikannya dengan Anda, orangtuanya.

Mengenal Kondisi yang Menimbulkan Ketidaknyamanan

Ada kondisi-kondisi yang sering membuat anak tidak nyaman, namun tidak disadari oleh orangtua. Anak yang merasa tidak nyaman tersebut juga tidak benar-benar memahami perasaan itu dan akibatnya ia mengalami stres. Ya, anak bisa stres dan jika tak ditangani dengan baik malah bisa membuat anak sakit atau berdampak pada tumbuh kembangnya secara keseluruhan. Oleh karena itu, ajak anak mengenali perasaannya pada berbagai kondisi.

Beberapa kondisi yang biasanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, antara lain:

  • Ketika pindah rumah dan hidup di lingkungan baru.
  • Anak pindah sekolah dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum dikenalnya.
  • Ketika berhadapan dengan teman, guru, atau seseorang yang menimbulkan perasaan tak nyaman.
  • Saat menghadapi ujian di sekolah.
  • Ketika terjadi masalah di dalam maupun di luar rumah.

Ajak Anak Mengenali Perasaannya

Setelah tahu beberapa kondisi yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, Anda sebagai orangtua perlu melakukan beberapa hal seperti melihat reaksi yang timbul dari anak saat berhadapan dengan kondisi tersebut. Kemudian, ajak anak mengenali perasaannya.

Beberapa tanda perasaan tidak nyaman yang perlu dikenalkan pada anak, misalnya:

  • Jantung berdebar-debar dan rasanya jadi sulit bernapas.
  • Keluar keringat secara berlebihan.
  • Otot-otot menjadi tegang, sakit perut, atau sakit kepala.
  • Jadi tidak nafsu makan.
  • Susah tidur.

Beritahu pula anak kalau perasaan tak nyaman tadi wajar terjadi ketika ia berada dalam kondisi yang belum dikenalnya. Memang, setelah tanda perasaan tak nyaman muncul, akan diikuti pula dengan perasaan cemas dan khawatir secara berlebihan, atau bisa juga merasa sangat sedih tanpa penyebab yang jelas. Perasaan lain yang terlihat mencolok seperti anak menjadi mudah marah, tersinggung, uring-uringan, atau malah jadi susah berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di sekolah.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Perasaan Tidak Nyaman?

  1. Ajarkan anak untuk bercerita atau membicarakan apa yang sedang dirasakannya dan jangan biarkan anak menyimpan semua perasaan itu sendirian.
  2. Berikan arahan dalam bentuk nasihat yang tidak menggurui dan memaksa.
  3. Ajak anak mengatasi perasaan tidak nyaman yang muncul dengan mengeksplorasi lingkungan baru yang sebelumnya telah membuatnya cemas. Lakukan interaksi dengan tetangga dan kenalkan mereka dengan teman sebaya.
  4. Alihkan perhatian anak dengan melakukan aktivitas yang sesuai dengan minat anak.
  5. Bantu anak menenangkan pikiran dan perasaannya melalui kegiatan ibadah sesuai dengan agama.
  6. Dengarkan keluhan anak, jangan memarahaninya, mengecilkan perasaannya, atau malah menyalahkannya. Beri anak dukungan penuh dan cobalah “melihat” dari sudut pandang anak.
  7. Terapkan pola hidup yang sehat karena dengan tubuh yang sehat maka jiwa pun bisa terjaga tetap sehat. Perbanyak aktivitas fisik dan konsumsi makanan sehat.

Mengajak anak mengenali perasaannya hanyalah salah satu solusi untuk mencegah timbulnya stres pada anak karena suatu kondisi. Gampang-gampang susah sih memang, namun asalkan orangtua mau berusaha membangun komunikasi yang baik dengan anak maka masalah apa pun pasti bisa diatasi dengan baik.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *